Harga Minyak Dunia Hari Ini
Minyak dan Gas Bumi
Index Unit Harga +/- +/-
(%)
Kontrak Time ET
CO1:COM
Brent Crude (ICE)
USD/bbl 67,01 +0,21 +0,31 % 4:57PM EST
CP1:COM
Crude Oil (Tokyo)
JPY/kl 46.340,00 +  % Apr 2019 12:02 AM
NG1:COM
Natural Gas (Nymex)
USD/MMBtu 4,39 +0,24 +5,78 % 4:59PM EST
CL1:COM
WTI Crude Oil (Nymex)
USD/bbl 56,83 +0,20 +0,35 % 4:59PM EST
 
Produk BBM
Index Unit Harga +/- +/-
(%)
Kontrak Time ET
QS1:COM
Gasoil (Nymex)
USD/MT 639,50 +  % Dec 2018 11/15/2018
HO1:COM
Heating Oil (Nymex)
USD/gal 208,28 +1,05 +0,51 % 4:59PM EST
JX1:COM
Kerosene (Tokyo)
JPY/kl 63.100,00 +  % May 2019 12:02 AM
XB1:COM
RBOB Gasoline (Nymex)
USD/gal 158,13 +0,73 +0,46 % 4:55PM EST
 
Produk Emisi
Index Unit Harga +/- +/-
(%)
Kontrak Time ET
MO1:COM
ECX Emissions (ICE)
EUR/MT 19,00 +  % Dec 2018 11/15/2018
Update Terakhir : 17 November 2018, pukul 23:50
 

Profil Perusahaan

PT. Sarana Patra Hulu Cepu (PT.SPHC) didirikan pada tanggal 7 April 2006 sebagai BUMD yang ikut berperan dalam pengelolaan kegiatan explorasi dan exploitasi Migas di Blok Cepu melalui Participating Interest (PI) 10%. Kegiatan pengelolaan PI 10% Blok Cepu ini merupakan kegiatan satu-satunya (Dedicated) yang dilakukan oleh PT.SPHC sesuai amanat UU.No.22 Tahun 2001. PT.SPHC secara resmi masuk sebagai Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) Blok Cepu pada tanggal 30 Agustus 2008. PT.SPHC berperan secara aktif dan profesional dalam ikut serta melakukan pengelolaan PI 10% Blok Cepu. PT.SPHC telah menjadi BUMD sendiri yang mandiri berdasarkan Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 2004 Pasal 34 pada tanggal 23 September 2013 dengan Peraturan Daerah No.15 Tahun 2013 tentang “Perseroan Terbatas Sarana Patra Hulu Cepu”.

 

DASAR HUKUM :

  • Undang-undang No.22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
  • Undang-undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
  • Peraturan Pemerintah No.35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Minyak dan Gas Bumi
  • Peraturan Daerah No. 15 Tahun 2013 tentang Perseroan Terbatas Sarana Patra Hulu Cepu
  • Peraturan Gubernur No. 71 Tahun 2013 tentang Tata Cara Pemisahan Perseroan Terbatas Sarana Pembangunan Jawa Tengah Kepada Perseroan Terbatas Sarana Patra Hulu Cepu

Sejarah Blok Cepu

  • Pada Bulan September 2005 Kontrak Kerja Sama (KKS) Blok Cepu ditandatangani oleh Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral, BPMIGAS, PT.Pertamina EP Cepu dan Mobil Cepu Limited;

  • Sejak bulan Agustus 2005 sampai dengan bulan Desember 2005 Tim Advokasi PI Blok Cepu dari IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dibawah pimpinan Dr. Andang Bachtiar melakukan sosialisasi mengenai Bagaimana peran Pemerintah Daerah dalam Bisnis Migas dan Mekanisme pembagian PI 10% Blok Cepu kepada 4 Kepala Daerah (Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojonegoro) dimana potensi Migas tersebut berada;

  • 20 Desember 2005 di Surabaya, 4 Kepala Daerah (Gubernur Jateng, Gubernur Jatim, Bupati Blora dan Bupati Bojonegoro) menyepakati pengelolaan bersama PI 10% Blok Cepu;

  • Tanggal 19 Januari 2006 Bupati Bojonegoro menindaklanjuti hasil kesepakatan dengan mengundang 4 BUMD sebagai implementasi pelaksanaan kesepakatan;

  • Pada tanggal 2 Februari 2006 Kesepakatan pengelolaan bersama PI 10% Blok Cepu ditandatangani oleh 4 Kepala Daerah (Gubernur Jateng, Gubernur Jatim, Bupati Blora dan Bupati Bojonegoro);

  • 07 April 2006 SARANA PATRA HULU CEPU terbentuk sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang akan ikut mengelola Blok Cepu;

  • Pada tanggal 15 November 2007 dilakukan penawaran PI 10 % dari Mobil Cepu Limited dan Pertamina EP Cepu kepada Ke- 4 BUMD di Jakarta;

  • Pada tanggal 12 – 18 Desember 2007 dilakukan due diligence oleh Ke- 4 BUMD atas data-data Blok Cepu;

  • Tanggal 22 Februari 2008 ditandatangani syarat dan ketentuan pengalihan PI 10% Blok Cepu dari PT.Pertamina EP Cepu dan Mobil Cepu Limited kepada 4 BUMD yakni PT. Sarana Patra Hulu Cepu (Jateng), PT. Petrogas Jatim Utama Cendana (Jatim), PT. Blora Patragas Hulu (Kabupaten Blora) dan PT. Asri Dharma Sejahtera (Kab. Bojonegoro);

  • Setelah dilakukan Financial Due Diligence oleh ExxonMobil  kepada Ke- 4 BUMD, hanya 2 (dua) BUMD saja yang baru dapat memenuhi ketentuan dan syarat dari Sales Purchase Agreement, sehingga pada tanggal 30 Agustus 2008, Satisfaction Letter hanya diberikan kepada PT. SPHC (Jateng) dan PT.BPH (Blora);

  • Sejak saat itu PT. SPHC dan PT. BPH secara resmi dan secara legal telah masuk sebagai Kontraktor Kontrak Kerja sama Blok Cepu bersama Mobil Cepu Limited (MCL), Ampolex dan PT. Pertamina EP Cepu (PEPC);

  • Pada tanggal 5 Desember 2008 PT.SPHC, PT.BPH, MCL dan PEPC telah menandatangani penjualan First Oil Production;

  • Test Oil Production telah dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2008 dan di bulan Februari 2016 sudah dapat mencapai angka puncak produksi sebesar 160.000 ribu barrel/day.

Wilayah Kerja

WKP Blok CEPU

 

WKP BANYU URIP 2

VISI

“Menjadi BUMD Pengelola PI (Participating Interest) yang Visioner dan

Berdaya Saing Tinggi”

MISI

  1. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Tengah melalui Pengelolaan Participating Interest (PI) Wilayah Blok Cepu;
  2. Menjadi entitas bisnis yang dikelola secara profesional, transparan dan kompetitif;
  3. Meningkatkan taraf hidup masyarakat Jawa Tengah melalui Program Bina Lingkungan.

Struktur Organisasi PT. SPHC

Berita

PT. SPHC SALURKAN CSR KE PEDAGANG PASAR JOHAR KORBAN KEBAKARAN

Jan 21, 2016

SEMARANG- Sebagai bagian dari bentuk kepedulian dan komitmen kepada lingkungan dan masyarakat,…

PT. SPHC Percantik 3 Mushola

Jan 21, 2016

SEMARANG- Sebagai salah satu bentuk kepedulian PT. Sarana Patra Hulu Cepu…

PENANDATANGANAN CRUDE LIFTING AGREEMENT WKP BLOK CEPU

Nov 26, 2015

Pada  tanggal  7 April 2015 PT. Sarana Patra Hulu Cepu (PT.SPHC)…

PT.SPHC Sumbang Produksi Minyak Nasional

Nov 26, 2015

PT. Sarana Patra Hulu Cepu (PT. SPHC) sebagai salah satu anggota…

PENERAPAN GCG

BUDAYA PERUSAHAAN

Sebagai perusahaan pengemban participating interest, PT SPHC akan secara langsung berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder). Untuk itu maka   PT SPHC telah merumuskan budaya perusahaan dengan asa atau semangat SMILE dan berkomitmen untuk mendorong keberhasilan implementasinya demi tercapainya visi organisasi melalui proses yang baik, benar, dan bersih.

SMILE berarti senyum; merefleksikan keramahan dan keikhlasan; merupakan sikap dan perilaku insan PT SPHC dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sebagai azas budaya organisasi perusahaan, SMILE menjadi panduan berperilaku bagi insan PT SPHC dalam kehidupan sehari-hari, yang secara nyata diuraikan diuraikan sebagai berikut :

  • S = Satisfaction (Kepuasan)

Karyawan PT SPHC menempatkan kepuasan pemangku kepentingan (stakeholder) secara seimbang dan proporsional sebagai tujuan utama karya dan karsa profesional mereka. Stakeholder yang dimaksud meliputi: Pemilik, Mitra Finansial, Mitra Operasional, Pemerintah, Regulator, Masyarakat, Mitra Usaha, Pemasok, dan Karyawan. Kepuasan yang dimaksud adalah terlampauinya target kinerja sesuai standar dan/atau kebutuhan yang telah digariskan oleh masing-masing Stakeholder.

  • M = Morale (Semangat Juang)

Karyawan PT SPHC gigih dan pantang menyerah dalam berupaya mencapai kesuksesan melalui kedisiplinan, kompetensi, wawasan serta keinginan untuk menjadi yang terbaik.

  • I = Intergrity (Integritas)

Karyawan PT SPHC merupakan bagian dari perusahaan yang diwujudkan melalui loyalitas dan sinergi dengan seluruh komponen perusahaan guna menjunjung tinggi nama baik perusahaan. Integritas Karyawan PT SPHC diukur dan ditunjukkan dengan 10 perilaku utama berikut:

 

(1)   Berprinsip

(2)   Jujur

(3)   Dapat dipercaya

(4)   Terbuka

(5)   Konsisten

 

(6)     Loyal

(7)     Bertindak adil

(8)     Totalitas dalam bekerja

(9)     Menjunjung tinggi kebenaran dan

(10)    Bermoral.

 

 

  • L = Leadership (Kepemimpinan)

Karyawan PT SPHC menjadi teladan dalam sikap, kompetensi, dan jati dirinya dalam rangka mengelola sumber daya perusahaan secara efektif dan efisien.

  • E = Enterpreneurship (Kewirausahaan)

Dalam melaksanakan tugasnya, Karyawan PT SPHC memiliki keberanian untuk mengambil resiko dengan penuh perhitungan, terukur, dan terkendali, sehingga tidak terpaku pada rutinitas. Insan PT SPHC selalu berinovasi menemukan cara terbaik untuk menyelesaikan permasalahan, untuk meningkatkan kemampuan diri, serta untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

PRINSIP – PRINSIP GCG

Perusahaan harus senantiasa menerapkan dengan sebaik-baiknya seluruh prinsip-prinsip GCG (Good Corporate Governance) yang meliputi :

  1. PRINSIP TRANSPARANSI: yaitu keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan dan mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.

  2. PRINSIP KEMANDIRIAN: yaitu bahwa perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh atau tekanan dari pihak manapun, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  3. PRINSIP AKUNTABILITAS: yaitu adanya kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ perusahaan sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif.

  4. PRINSIP PERTANGGUNGJAWABAN: yaitu kesesuaian prinsip-prinsip GCG dalam pengelolaan perusahaan dengan peraturan perundangan yang berlaku.

  5. PRINSIP KEWAJARAN: yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak para stakeholders berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

 

 

Galeri

Kontak Kami

PT.SARANA PATRA HULU CEPU

  • bumd_ptsphc@ptsphc.com
  • +6224 76469166

  • +6224 76469167

  • Jl. Pamularsih Raya No. 58 Semarang Jawa Tengah - Indonesia

JASA PEMBUATAN WEBSITE & SOFTWARE