PENANDATANGANAN CRUDE LIFTING AGREEMENT WKP BLOK CEPU

IMG_9055Pada  tanggal  7 April 2015 PT. Sarana Patra Hulu Cepu (PT.SPHC) bersama  semua parties yang terdiri  atas Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL), PT. Pertamina EP Cepu (PT.PEPC), PT. Asri Dharma Sejahtera (PT ADS), PT. Petrogas Jatim Utama Cendana (PT.PJUC), dan PT.Bora Patra Gas Hulu (PT.BPH), telah menandatangani Perjanjian  pengangkatan Minyak Mentah (CLA-Crude Lifting Agreement ), yang dilaksanakan di Kantor PT.Pertamina EP Cepu di Patra Office Tower – Jakarta .

Penandatanganan  dilakukan oleh Dirut PT.PEPC, Amril T.Mandailing, Sr. Vice  President EMCL – Daniel L.Wieczynski, Direktur PT.SPHC – Hevearita G. Rahayu, Dirut PT. BPH – Christian Prasetya, Dirut PT.PJUC – Hadi Ismoyo, Dirut PT.ADS – Ganesha H. Askari.

Perjanjian tersebut dimaksudkan untuk menetapkan hak & Kewajiban dari Pemegang Saham Blok Cepu sehingga akan terhindar dari adanya penghentian produksi minyak di Blok Cepu. Didalamnya diatur hak mengangkat hasil produksi minyak yang telah memiliki nilai komersial untuk para pemegang saham.

Produksi dari lapangan minyak Banyu Urip mulai mencapai rataan produksi lebih dari 75,000 barrel per hari dimana pada tanggal 12 April 2015 telah dilakukan pengapalan minyak mentah melalui kapal tangker sebanyak  550.000 barrel dari FSO ( Floating Storage & Offloading ) yang akan di bawa ke pengilangan minyak milik PT. Pertamina (Persero). Dengan telah ditandatanganinya CLA, maka selanjutnya para pemegang saham Blok Cepu sudah mulai dapat menikmati hasil produksi  minyak secara maksimal.  Harapannya SPHC dapat memberi kontribusi PAD ke Pemprov. Jateng lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Sebagaimana diketahui kontrak kerjasama (KKS) Cepu ditandatangani pada 17 September 2005 dan meliputi wilayah area kontrak Cepu, di daerah Blora Jawa Tengah dan Bojonegoro Jawa Timur. Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) sebagai operator Blok Cepu mempunyai saham 45%, PT. Pertamina EP Cepu memegang saham 45% dan sisanya 10% dimiliki oleh Badan Kerjasama PI Blok Cepu (BKS PI BLOK CEPU) yang terdiri dari 4 BUMD yang mempunyai hak partisipasi dalam pengelolaan Blok Cepu.

Proyek Banyu Urip adalah proyek pertama yang dikembangkan pada masa setelah penandatanganan KKS yang termasuk didalamnya pengembangan lapangan minyak Banyu Urip. Penemuan Lapangan Minyak Banyu Urip diumumkan pada April 2001 dan diperkirakan memiliki kandungan minyak lebih dari 250 juta barel. Pada masa produksi puncak, Lapangan Minyak Banyu Urip mempunyai desain kapasitas produksi hingga 165.000 barel minyak per hari.

0 Comments

JASA PEMBUATAN WEBSITE & SOFTWARE